Tuesday, 31 December 2013

SIAPA BUTUH MEREKA

ini baru yang anda Cari
Wajah Cantik
Kaya dan Impreasive
David Martin Fletcher , Presiden Direktur Warga Negara Inggris . Menjabat sebagai Direktur Utama PermataBank sesuai hasil RUPSLB PermataBank tanggal 12 Agustus 2009 , dengan persetujuan Bank Indonesia yang diperoleh pada tanggal 20 Oktober 2009. Sebelumnya David Fletcher menjabat sebagai kepala Grup Internal Audit bertanggung jawab untuk audit internal independen di Standard Chartered Group. Dia memiliki pengalaman kerja internasional yang luas di bidang perbankan , dimulai dengan berbagai posting dengan Citibank NA 1985-1994 . Pada tahun 1995 , ia bergabung dengan Standard Chartered Bank , London , dan sejak akumulasi pengalaman internasional lebih lanjut melalui posting varous di Standard Chartered Bank di China ( Shanghai ) , Hong Kong , Singapura dan sebagai CEO Standard Chartered Bank Bangladesh fro 2002-2004 . David Fletcher memegang gelar Honours di Sejarah Modern dari Durham University, Durham , Inggris . Warga Negara Indonesia . Menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia PermataBank sesuai hasil RUPS PermataBank pada tanggal 30 April 2009 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 18 Agustus 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia di PT Rajawali Corpora tahun 2007-2009 . Dia memulai karir profesionalnya dan bertugas di berbagai posisi dengan PT USI / IBM Indonesia (1982-1992) dan kemudian menjabat berbagai posisi HR di PT Freeport Indonesia (1992-1995) , Direktur SDM di PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (1995 - 1998) , Direktur SDM di Citibank NA Indonesia (1998-2002 ) , dan HR & Corporate Affairs Director Dexa Medica untuk Group ( 2002-2007) . Lulusan Akademi Sekretaris Tarakanita , Jakarta . Indri menghadiri gelar pasca sarjana di Manajemen di BINUS Business School , Jakarta . Roy Arman Arfandy , Direktur Warga Negara Indonesia . Menjabat sebagai Direktur Wholesale Banking PermataBank sesuai hasil RUPSLB PermataBank pada tanggal 28 Juli 2010 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 8 November 2010. Sebelum pengangkatan ini , Mr Arfandy menjabat berbagai posisi dalam Wholesale Banking PermataBank , terakhir sebagai Kepala Hubungan Klien . Sebelumnya , ia bersama Bank DBS Indonesia , Bank Mizuho Indonesia , Bank Dai - Ichi Kangyo Indonesia , Bank BDNI dan Bank Danamon , melayani di berbagai posisi manajemen . Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik dari Universitas Hasanuddin di Makassar pada tahun 1991 . Tjio Mei Tjuen , Direktur Warga Negara Indonesia , lahir di Jakarta , pada tanggal 14 Oktober 1957. Meraih First Class Honors , Bachelor of Science di bidang Ilmu Komputer & Statistik dari University of London , Inggris , pada tahun 1983 . Memulai karirnya di PT Great River Garment Industries ( GRGI ) tahun 1983 sampai tahun 1985 , kemudian dia bekerja di PT Mainsis Dharmatama Canggih ( Dharmala Group) tahun 1985 sampai tahun 1989 sebagai Teknologi System Manager & Pengembangan Aplikasi . Pada tahun 1989 sampai tahun 1994 sebagai General Manager Teknologi Informasi Bank Dharmala , dan kemudian pindah ke Bank Surya Perkasa tahun 1994 sampai dengan tahun 1998 sebagai Direktur Teknologi dan Operasi . Pada tahun 1998 hingga 2008 ia bekerja untuk Citibank NA Indonesia , dengan posisi terakhir sebagai Negara Operasi Teknologi Head, Global Consumer Banking . Pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 , bekerja untuk Barclay Bank Indonesia sebagai Chief Operations Offficer . Dan pada tahun 2010 bekerja sebagai Chief Operations Officer di Bank Ekonomi Rahardja ( HBC Group) .

Thursday, 19 December 2013

UNBLOCKED ACCESS PROXY SITE | Myspace | Facebook | Bebo

BERSIKAP jujur adalah keutamaan. Bersamanya ada ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Kejujuran adalah ketenangan, sementara kebohongan adalah kegelisahan.” (HR. Turmudzi).

Dalam hadits lain beliau bersabda, “Berikan jaminan padaku dengan enam hal dari dirimu, niscaya aku menjamin surga untukmu: Jujurlah jika berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah jika diserahi amanah, pelihara kemaluanmu, jagalah pandanganmu, dan jaga tanganmu.” (HR. Ahmad).
Dengan dua dalil tersebut dapat dipahami bahwa jujur adalah senjata utama setiap Muslim untuk bisa meraih surga. Dengan kejujuran, ketentraman sebuah keluarga, masyarakat bahkan bangsa dan negara bisa terwujud. Sebaliknya, tanpa kejujuran, suatu bangsa dan negara bahkan peradaban akan hancur dalam kenistaan.

Namun demikian, kejujuran tidak mudah diwujudkan. Apalagi kala kondisi tidak nyaman dan tidak menentu menghimpit begitu kuat. Kebohongan sepertinya akan menyelamatkan diri. Di sinilah keiman dan masa depan dipertaruhkan. Tinggal pada kadar keimanan seorang Muslim, apakah dia masih teguh dalam keimanan dan kebenaran atau lebih memilih kesenangan semu yang fana di dunia ini.

Pantas jika kemudian dikatakan bahwa, “Kejujuran sejati adalah saat engkau tetap jujur dalam kondisi yang engkau hanya bisa selamat dengan berbohong.”

Teladan Kejujuran

Mengenai kejujuran ini ada satu kisah yang sangat inspiratif dan mengharukan. Kisah ini termaktub dalam satu hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Pada Perang Tabuk ada tiga puluh ribu sahabat yang keluar bersama Nabi. Perang itu terjadi pada bulan Agustus, cuaca sangat panas. Sementara jarak yang ditempuh tidak kurang dari 1000 km.

Orang-orang munafik mulai mencari-cari alasan dan tidak ikut serta. Akan tetapi, ada tiga orang sahabat yang jujur yang juga tidak ikut serta bersama Nabi (Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi'). Di antara mereka adalah Ka’ab bin Malik.


Ka’ab berkata, “Nabi keluar bersama pasukan. Aku berjanji, “Besok aku akan menyusul mereka.” Sampai akhirnya mustahil bagiku menyusul mereka. Aku pun menyusuri jalan-jalan Kota Madinah, yang kutemui hanyalah orang-orang munafik yang memang sudah diketahui kemunafikannya dan orang yang sakit parah.

Ketika Nabi kembali, aku merasa sangat sedih. Maka aku bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan aku katakan kepada Nabi? Bagaimana bisa terlepas dari kemarahan beliau besok?” Saat itu, mulailah terpikir dalam benakku untuk berbohong.

Tetapi, ketika Nabi datang, pikiran bodoh itu lenyap dariku dan aku bertekad untuk jujur. Nabi pun masuk dan duduk. Mulailah orang-orang munafik menemui beliau seraya berkata, “Maafkan aku, wahai Rasulullah...., maafkan aku wahai Rasulullah.”

Mereka bahkan bersumpah kepada Nabi. Nabi pun menerima pengakuan lahiriah mereka, memintakan ampunan untuk mereka, membaiat mereka, memperbarui janji setia mereka, dan menyerahkan segala rahasia mereka kepada Allah Ta’ala.

Mereka keluar dengan rasa bahagia. Lalu tibalah giliranku menghadap. Aku masuk menemui Nabi, beliau tersenyum hambar, menunjukkan kemarahan. Beliau bertanya kepadaku, “Kemari, mengapa engkau tidak ikut? Bukankah engkau sudah membeli kendaraan?”

Ka’ab pun menjawab, “Wahai Rasulullah, demi Allah, seandainya aku duduk di hadapan para penguasa dunia selainmu, tentu aku akan mencari alasan agar selamat dari murkanya. Aku pandai berargumen. Namun, wahai Rasulullah, seandainya sekarang aku mengatakan sesuatu yang kusukai, kemungkinan besar Allah membuatmu murka padaku.

Tetapi, jika aku mengatakan sesuatu yang jujur, aku mengharap balasannya dari Allah. Demi Allah, tidak ada alasan bagiku untuk tidak ikut.”

Mendengar hal itu, Nabi bersabda, “Ini pengakuan yang jujur. Bangkitlah sampai Allah memberikan putusan kepadamu.” Nabi pun memberikan hukuman dengan melarang kaum Muslimin berbicara dengan Ka’ab selama 43 hari yang disempurnakan menjadi 50 hari.

Ka’ab melanjutkan kisahnya, “Ketika aku pergi dari hadapan Nabi, datang beberapa orang dari Bani Salamah (salah satu kabilah Anshar), sembari bertanya, “Mengapa engkau tidak berbuat seperti fulan bin fulan dengan mencari alasan. Nabi pasti memintakan ampunan untukmu. Bukankah kau lihat Nabi memintakan ampunan untuk mereka?”

Karena terus diberi masukan seperti itu, Ka’ab nyaris kembali kepada Nabi untuk berbohong. Hanya saja ia kembali sadar. Hingga akhirnya turunlah firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS. 9: 119).

Medengar ayat tersebut, Ka’ab pun menghadap Nabi di masjid. Nabi sangat bahagia melihat kehadiran Ka’ab, demikian pula dengan Ka’ab. Lalu Ka’ab berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, yang membuatku selamat adalah kejujuran. Dan di antara taubatku adalah bahwa setelah ini aku hanya akan berbicara jujur.

Buruknya Kebohongan

Pilihan Ka’ab bin Malik memang sangat berat, sampai-sampai Allah gambarkan perasaan hati Ka’ab kala memilih jujur dan mendapat hukuman embargo pembicaraan dari seluruh umat Islam di Madinah kala itu.

إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّواْ أَن لاَّ مَلْجَأَ مِنَ اللّهِ إِلاَّ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja.” (QS. At-Taubah [9]: 118).

Tetapi, berbohong bagaimana pun ‘untungnya,’ pada hakikatnya tetap merugikan. Terkait hal ini Rasulullah bersabda, “Apabila seorang hamba berbohong, malaikat yang menyertainya akan menjauh sekitar satu mil karena bau busuk perbuatannya.” (HR. Tirmidzi).

Selain itu, Rasulullah juga bersabda bahwa bohong itu adalah pertanda kiamat kecil.

“Di antara tanda kiamat kecil adalah banyaknya kebohongan.” (HR. Ahmad).

Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa kejujuran adalah pangkal ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Jika seluruh penduduk suatu negeri mengagungkan sifat jujur, tentu keberkahan akan menjadi selimut kehidupannya. Sebaliknya, manakala kebohongan yang ditinggikan, maka kesemerawutan akan menjadi monster kehidupannya.

Takwa dan Jujurlah

Oleh karena itu, Allah mengingatkan seluruh umat Islam untuk senantiasa bertakwa kepada-Nya sembari menjauhi kebohongan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. 33: 70-71).

Dengan demikian, jika umat Islam di negeri ini ingin peroleh kedamaian, ketentraman dan kejayaan, hendaknya benar-benar mengindahkan kejujuran dengan sebenar-benarnya, baik dalam konteks pribadi, berkeluarga, bermasyarakat bahkan bernegara. Sebab, kunci segala kebahagiaan berpangkal pada kejujuran.*/Imam Nawawi

Tuesday, 17 December 2013

Bersahabat dengan TUHAN

Bersahabat dengan Tuhan SALAH satu konsep persahabatan dengan Tuhan ialah konsep penyatuan dengan Tuhan (wahdatul wujud). Konsep ini digagas oleh seorang teosofi bernama Muhyiddin Ibn Arabi. Agak mirip dengan , yaitu unsur nasut dalam diri manusia dikonsepsikan sebagai makhluk (al-khalq) dan unsur lahut dikonsepsikan sebagai haq (al-haq). Semua makhluk sebenarnya mempunyai kedua aspek ini. Aspek luar atau lahir (dhahir/accident) disebut Al-khalq dan aspek dalam (bathin/substance) disebut al-haq. Aspek pertama disebut mempunyai sifat kemakhlukan dan aspek kedua mempunyai sifat ketuhanan. Tuhan ingin melihat diri-Nya di luar diri-Nya maka terciptalah alam ini. IbnuArabi seorang sufi sekaligus filosof menggambarkan alam ini sebagai cerminan (tajalli) dari Tuhan. Di kala Ia ingin melihat dirinya maka Dia melihat alam. Pada setiap benda (makhluk) terdapat unsur atau sifat ketuhanan. Dari sinilah muncul faham kesatuan. Yang ada dalam ini kelihatannya banyak tetapi sebenarnya satu. Ibarat seseorang melihat dirinya dalam beberapa cermin. Kelihatannya banyak tetapi obyek sesungguhnya hanya satu. Penjelasan lainnya, manusia ibarat melihat ke dalam cermin. Hakekat wujud sesungguhnya bukan yang terdapat di dalam cermin itu, meskipun sama persis dengan apa adanya di dalam cermin itu. Hakekat wujud yang sesungguhnya ialah yang di depan cemin itu. Kita atau para makhluk itulah yang di dalam cermin tetapi yang di depan cermin itulah hakekat wujud yang sebenarnya.Mirip yang dikatakan oleh filosof Parmenides: Yang ada itu satu, yang banyak itu tidak ada. Yang berwujud selain Tuhan adalah wujud ilusi (palsu). Wujud yang sebenarnya atau wujud hakiki ialah Tuhan. Jika manusia ingin berjumpa dengan Tuhannya cukup menghayati secara mendalam alam raya ini. Siapa yang memahami dirinya maka ia akan memahami Tuhannya (man arafa nafsahu fa qad arafa Rabbahu).Konsep wahdatul wujud banyak menimbulkan kontroversi di kalangan ulama, khususnya ulama fikih. Ini bisa dimaklumi karena cara pandang dan kacamata yang digunakan antara keduanya berbeda. Pada saatnya kalau seseorang memiliki wawasan luas dan komprehensif, cenderung tidak gampang menyalahkan orang lain, seperti kara hukama: Orang yang gampang menyalahkan orang lain pertanda masih harus belajar, orang yang mulai menyalahkan dirinya sendiri sudah mulai belajar, dan orang yang tidak menyalahkan siapapun sudah selesai belajar, karena sudah arif.

Malam TERAKHIR di ALAM DUNIA

SERUAN & PANGGILAN TIAP SAAT tapi SEOLAH PANGGILAN TAK TERJAWAB ♫•*¨*•.¸¸•*¨*•♥•*¨*•ﷲ¸¸.•*¨*• hamba ﷲ:•*¨*•:♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫ Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ... 1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran. 2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu solat malam. 3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang menjadi hamparan. 4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar. 5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan "Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat menjawabnya. Demikian ..semoga Tauzhiyah Singkat ini bermanfaat bagi kita semua... (¯`v´¯) ♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥(¯`v´¯) `·.¸.·`(´'`v´'`)♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸. ·` ..♥♥..♥`•.¸.•´(¯`v´¯)(¯`v´¯)`• .¸.•´♥..♥♥.. *´¨`*•.¸Thufail Na'im Ar'Syahid¸.•*´¨`*•. ♥•*¨*•♥•*¨*•♥ Jilbabku Tasbihku ♥•*¨*•♥•*¨*•♥ Silahkan Kunjungi Juga Mencari Cinta Sejati-Nya

Penolong ANDA adalah ANDA SENDIRI

1. MENGGAPAI SUKSES SEJATI DENGAN 12 HUKUM MUTLAK ILAHI Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendahrendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, maka bagi mereka pahala yang tiada henti-hentinya. (Q.S. Attin : 4 - 6) Di bumi ini terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan ? ( Q.S. Al-Dzariyat : 20 –21 ) Kami memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-qur’an itu adalah benar. ( Q.S. Fushshilat [41] : 53 ) Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) ? ( Q.S. Al-Mu’minun [23] : 115 ) MANUSIA MAKHLUK SEMPURNA Kebijaksanaan Ilahi, yang ditempatkan secara melimpah di dalam diri manusia, membawa manusia kepada jalan yang telah ditakdirkan untuknya. Dalam hal ini, manusia lebih sempurna daripada seluruh makhluk yang lain, karena kepada manusia dikaruniakan keindahan, kebijaksanaan, dan rahasia Allah.Manusia tak ubahnya segala sesuatu yang berbeda.Betapapun kecilnya manusia, manusia adalah 2. mikrokosmos dari makrokosmos.Keseluruhan alam semesta berada di dalam diri manusia. Seperti seluruh alam semesta tercipta dari unsur-unsur dasar; tanah, air, udara, dan api, demikian pula halnya tubuh manusia. Allah berfirman : Dialah yang menjadikan kamu dari tanah ( Q.S. Al-Mu’min [40] : 67 ) … Kami telah menciptakan mereka dari tanah basah. ( Q.S. Al-Shaffat [37] : 11 ) yakni campuran tanah dan air. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. ( Q.S. Al-Hijr [15] : 26 ) yakni campuran tanah, air, dan udara. Kemudian Dia berfirman : Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. ( Q.S. Al-Rahman [55] : 14 ) yang menunjukkan adanya unsur api di dalam diri manusia. Dihubungkan dengan empat penjuru arah mata angin, di dalam diri manusia juga memiliki empat kekuatan, yaitu daya tarik, daya tolak, daya ingat, daya pikir. Dan jika Anda perhatikan apa yang ada di sekeliling Anda dan mencari apa yang berhubungan dengannya di dalam diri Anda, niscaya akan Anda temukan kesamaan dan Kebenaran Ilahi. Allah memberikan kepada manusia daya melihat dan merasa.Dia juga menjadikan manusia sebagai makhluk-Nya yang paling bijak, dengan mengajarkan kepadanya segala yang dapat diketahui pada makhluk-Nya.Dia menjadikannya kuat dan perkasa terhadap segala sesuatu.Dia memberikan kepada manusia akal. Dan Allah menjaga rahasia manusia di dalam rahasia-Nya, dan menyembunyikan asal-usul dan hakekatnya di dalam Nama-Nya yang indah : Mahapenyantun dan Mahakuasa. Allah menunjukkan kepada manusia kedudukannya di dalam alam semesta, dan menjadikan bumi ini sebagai tempat 3. hidupnya.Dia juga membebaskanya, tidak mengekangnya dengan tempat dan waktu, dan Dia menutupinya dengan tabir perlindungan kehidupan abadi.Oleh karena itu, Dia menempatkan manusia bahkan lebih tinggi daripada para malaikat-Nya.Dia memerintahkan para malaikat itu bersujud di hadapannya dengan setia. Allah menjadikan manusia sebagai khalifah-Nya di alam semesta dan menjamin keberhasilan dan keunggulannya atas segala sesuatu.Dan Dia menganugerahinya akal yang menjadi menteri utamanya dalam pemerintahan kerajaannya.Kemudian Allah mengambil manfaat dari seluruh makhluk-Nya dan membagikannya di antara umat manusia sesuai dengan kehendak-Nya.Dia meletakkan tanda-tanda di balik setiap rahmat yang ditakdirkan-Nya bagi semua manusia.Qalbu manusia mengenal tanda-tanda itu, namun akal tidak. Allah mengajarkan manusia agar bekerja, padahal sebelumnya dia tidak dapat bekerja. Allah mengerjakan bagi manusia apa yang dipikirnya dapat dikerjakannya. Allah memberikan semua yang dimiliki-Nya kepada manusia hanya sebagai jembatan, dan beruntunglah orang yang melewati jembatan itu dengan selamat. Allah Maha Mengetahui cara menjaga kesucian manusia, atau menodainya dengan apa yang diberikan-Nya kepadanya, sesuai dengan kehendak-Nya. Semua diperhitungkan.Dunia ini adalah tanah ujian bagi setiap manusia. Orang yang memiliki pengetahuan dan mata hatinya terbuka, tahu bahwa yang dapat dilakukannya hanyalah mematuhi-Nya dan bersyukur kepada-Nya atas apa yang telah diterimanya – sedikit maupun banyak – serta mencari perbendaharaan kebenaran yang Allah sembunyikan di dalam dirinya. Manusia harus merenungkan kehidupan dan kematiannya, menyadari dan mencari bekal, karena manusia akan mati dengan cara persis seperti dia hidup dan akan dihidupkan kembali dengan cara persis seperti dia mati. Ada perbendaharaan utuh rahasia pada inti hekekat manusia. Dan Rahasia Ilahi yang 4. tersimpan dalam diri manusia hanya akan menjadi kenyataan jika manusia mengetahui, menemukan, dan menjadi rahasia itu sendiri. Ingatlah selalu bahwa Allah menciptakan manusia hanya untuk bersujud kepada-Nya di setiap saat dari masa hidupnya. HUKUM MUTLAK ILAHI Kesempurnaan dan Kebijaksanaan Ilahi yang diberikan kepada manusia sebagai khalifah-Nya adalah untuk beribadah dalam ketaatan dan kepatuhan kepada-Nya sebagaimana alam semesta taat dan patuh terhadap hukum dan aturan-Nya. Manusia diberi-Nya akal dan kebebasan untuk memilih dan bertindak, namun kebebasan memilih dan bertindak yang hanya didasarkan pada akal manusaia yang terbatas akan menjerumuskan manusia pada pilihan tindakan yang salah. Untuk itulah Allah menetapkan hukum yang harus dipatuhi oleh alam semesta (makrokosmos) dan manusia (mikrokosmos). Hukum Allah ini bersifat mutlak yang tak seorang pun mampu melawannya, baik disadari atau tidak, dipahami atau tidak, dirasa adil atau tidak hukum ini tetap bekerja siang malam mengatur keseimbangan kehidupan alam semesta (makrokosmos) dan manusia (mikrokosmos). Dan berbahagialah manusia yang memahami hukum mutlak Ilahi sehingga dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip hukum mutlak Ilahi, maka Anda pasti sukses dan dapat mengatur kesuksesan seperti yang Anda inginkan setiap saat, karena kita hidup dalam sistem yang teratur yang bekerja sesuai dengan hukum yang jelas, spesifik, dan dapat diramalkan. Jika Anda pernah sukses dalam suatu bidang kehidupan Anda, dari masa kanak-kanak sampai sekarang, itu karena Anda telah hidup dan bertindak sesuai dengan hukum mutlak Ilahi.Jika Anda tidak berhasil berarti Anda tidak hidup dan bertindak sesuai dengan hukum tersebut. 5. Jika Anda ingin sukses disegala aspek kehidupan; memiliki tubuh yang sehat, memiliki intelektual dan akal yang sehat, menghasilkan banyak uang, memiliki hubungan yang lebih baik, mental dan spiritual Anda lebih bermakna, atau mencapai apa pun yang menjadi tujuan hidup Anda, Anda harus memahami bagaimana hukum ini bekerja dalam kehidupan Anda dan menerapkannya dalam segala aspek kehidupan, maka Anda pasti sukses di mana pun dan pada saat apa pun. Hukum Mutlak berlaku mutlak, yaitu : 1. Hukum Getaran (Vibrasi). Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini merupakan energi yang bergetar / bervibrasi. Benda-benda yang kita lihat berbentuk padat (materi) sebenarnya pada tingkat quantum adalah suatu impuls energi yang bergetar / bervibrasi secara konstan. Dan segala sesuatu di alam semesta ini memiliki getaran frekuaensi yang bervariasi, dari getaran terendah yang disebut benda sampai getaran tertinggi yang disebut cahaya. Pikiran dan perasaan adalah salah satu bentuk energi yang paling kuat yang bergetar dengan frekuensi yang sangat tinggi. Pikiran dan perasaan tidak hanya dapat menembus benda padat tetapi juga ruang dan waktu. Setiap getaran pikiran dan perasaan yang menyatu menjadi sebuah getaran keyakinan menciptakan getaran yang sangat kuat dan impuls energi yang sangat kuat tersebut ke luar menuju makrokosmos serta terekam di sana untuk selamanya. Untuk itu, hati-hatilah dengan getaran pikiran, perasaan, dan keyakinan yang Anda pancarkan ke dalam makrokosmos, karena getaran itu akan kembali ke dalam diri Anda sendiri (sebagai mikrokosmos) dalam bentuk yang sama. Getaran positif akan kembali positif, getaran negatif akan kembali negatif. Sadarilah bahwa Anda adalah pikiran, perasaan, dan keyakinan Anda. Kemana pikiran, perasaan, dan keyakinan Anda pergi 6. kesitu pulalah Anda. Dan ketertarikan Anda pada sesuatu, akan menarik sesuatu itu ke alam nyata. Waspadalah !!! 2. Hukum Tarik Menarik. Hukum ini menyatakan bahwa banda atau sesuatu yang memiliki getaran frekuensi sama, saling tarik menarik. Dan benda atau sesuatuyang miliki getaran frekuensi berbeda, saling tolak menolak. Pada intinya Hukum Tarik Menarik menyatakan : Apa yang Anda pikirkan, Anda rasakan, Anda yakini itulah yang Anda hasilkan. Ketika Anda memikirkan pikiran-pikiran positif, Anda menarik orang-orang dan keadaan positif kepada diri Anda. Sebaliknya, ketika Anda memikirkan pikiran-pikiran negatif, Anda menarik orang-orang dan keadaan negatif kepada diri Anda. Sesuatu selalu menarik sesuatu yang lain, yang sama dengan dirinya. Air akan menarik air, minyak akan menarik minyak. Tetapi minyak akan menolak air, karena berbeda. Pikiran Anda dapat menarik impian-impian atau ketakutanketakutan Anda. Jika Anda memikirkan impian Anda, Anda akan menarik impian itu ke alam nyata. Jika Anda memikirkan ketakutan Anda, Anda akan menarik benda atau sesuatu yang Anda takutkan ke alam nyata. Jika Anda memusatkan pikiran Anda pada sesuatu yang tidak Anda inginkan, Anda akan bergerak ke arah itu. Jika Anda memikirkan pada yang benarbenarAnda inginkan, Anda akan bergerak ke arah itu. Dan dengan hukum ini pula, Anda dapat menolak hal negatif dengan berpikir positif. Sekarang, pilihan sepenuhnya milik Anda !!! 3. Hukum Harmoni Hukum ini menyatakan bahwa alam semesta dan segala kehidupan di atasnya diciptakan Allah dalam keadaan tertib, selaras, serasi, seimbang, dan rukun. Ibarat orkestra, alam 7. semesta merupakan okes simfoni besar yang harmoni. Bumi selalu mengikuti garis edarnya mengelilingi matahari, demikian juga planet-plenet lainnya. Garis edar ini tidak ditentukan oleh planet mana yang lebih kuat dan mana yang lebih lemah. Masing-masing memiliki energinya sendiri dan saling tarik menarik, sehingga planet-planet tersebut tetap bertahan menggantung di alam semesta yang membentuk garis edar, masing-masing planet menentukan planet lainnya sekecil apa pun energinya. Dan setiap materi yang ada di alam semesta ini memiliki energi sendiri dan bergerak menurut hukum mutlak Ilahi. Tidak ada yang satu lebih penting dari yang lain. Quark tidak memiliki eksistensinya tanpa membentuk ion, dan ion tidak memiliki eksistensi tanpa membentuk atom, demikian seterusnya sampai keseluruhan wujud jagat raya. Begitu pula sebaliknya, benda tidak akan ada tanpa atom, atomtidak akan ada tanpa ion, ion tidak akan ada tanpa quark, dan begitu seterusnya sampai pada Allah, Sang Pencipta, pemula dari segala sesuatu yang mengada di alam semesta. Semua berjalan dengan tertib, selaras, serasi, seimbang, dan rukun menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing membentuk satu kesatuan yang padu dan harmonis, sehingga dengan menjalankan harmoni kehidupan, kita akan benar-benar merasakan anugerah Ilahi yang tak ternilai. Hukum harmoni dalam penerapannya tidak mengenal konsep saling mengungguli, merasa paling, dan terlalu. Sikap persaingan atau berusaha menang dari yang lain, merasa diri lebih dari yang lain, serta sikap terlalu merupakan pengingkaran dari hukum ini, sehingga orang yang selalu bersaing dan berusaha menang dari yang lain hidupnya tidak akan tenang dan tidak pernah menjadi pemenang dalam arti yang sebenarnya. Orang yang merasa dirinya paling akan menjadi sombong dan dijauhi banyak orang. Dan orang yang terlalu akan selalu pada tempat yang dirugikan. Intinya : Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas ! 8. 4. Hukum Perubahan Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu adalah energi yang selalu bergerak dan berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain dalam perubahan yang konstan dan tidak pernah diam. Intinya, semua yang ada selalu mengalami perubahan. Sehingga Anda benar-benar tidak bisa kembali, karena rumah Anda dan segala perabotnya berubah setelah Anda pergi, bahkan demikian pula diri Anda. Setiap sel dalam diri Anda berganti setiap waktu, dan fisik Anda sekarang bukanlah fisik yang sama pada waktu yang lalu, karena fisik Anda berubah setiap waktu seiring dengan perubahan pergantian sel Anda. Anda dapat kembali ke rumah Anda, tetapi perabot rumah dan anggota keluarga Anda pada hakekatnya telah berubah. Hukum ini menuntut kita untuk selalu berubah dari waktu ke waktu, dari tempat yang tidak kita sukai ke tempat yang menyenangkan, dari keadaan yang tidak kita inginkan ke keadaan lain yang benar-benar kita inginkan. Karena perubahan adalah sesuatu yang normal. Dan setiap perubahan menuntut kita untuk selalu optimis, dinamis, aktif, kreatif, inovatif, dan produktif. Bentuk pengingkaran dari hukum ini adalah kemandekan akibat dari pola pikir yang picik, melingkar dan monoton. Untuk itu ubahlah pola pikir, sikap, dan tindakan Anda yang salah, maka perubahan pasti terjadi dalam kehidupan Anda. 5. Hukum Polaritas Hukum ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatu pun tanpa ada kebalikannya, dan kebalikan itu semata-mata adalah manifestasi yang berbeda dari hal yang sama. Jika ada laki-laki, pasti ada perempuan, dan di setiap diri lakilaki ada unsur perempuan, dan di setiap diri perempuan ada unsur laki-laki. Jika kebencian ada di dalam diri Anda, di dalam diri Anda juga pasti ada cinta.Jika Anda merasa dibenci atau dimusuhi seseorang, percayalah di dalam diri orang itu juga ada 9. cinta dan kasih sayang kepada Anda. Jika Anda merasa potensi Anda rendah, potensi tinggi pun ada dalam diri Anda. Jika Anda menemukan kegagalan dalam usaha Anda, pasti ada benih keberhasilan di dalamnya. Jika Anda menemukan kesulitan, pasti ada kemudahan. Di dalam kegagalan ada kesuksesan, di dalam kesuksesan ada kegagalan.Di dalam kesulitan ada kemudahan, di dalam kemudahan ada kesulitan. Di dalam kekayaan ada kemiskinan, di dalam kemiskinan ada kekayaan. Jika Anda gagal, fokuslah pada kesuksesan, maka sekseslah Anda. Jika Anda mengalami kesulitan, fokuslah pada kemudahan, maka Anda akan dimudahkan. Jika Anda pandai lalu menyadari dan waspada bahwa di dalam kepandaian ada kebodohan, maka kepandaian Anda akan langgeng. Jika Anda bodoh lalu menyadari kebodohan Anda dan selalu fokus pada kepandaian dengan selalu belajar, maka pasti pandailah Anda. Hukum ini menuntut kita untuk menghargai keberbedaan, karena keberbedaan adalah suatu fitrah Ilahi yang menunjukkan betapa kreatifnya Allah dalam penciptaan. Dengan memahami keberbedaan yang merupakan manifestasi dari hal yang sama, maka kita akan saling menghargai, saling mengisi, saling membutuhkan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bermartabat. 6. Hukum Kebebasan / Ketidakmelekatan Hukum ini menyatakan bahwa kita diberi kebebasan oleh Allah sebanyak yang bisa kita ungkapkan tetapi tidak diperkenankan melekatkecuali kepada-Nya. Kita bebas berfikir, bersikap, bertindak, dan memilih apa pun yang kita pilih, tetapi ketika kita melekat maka ia malah menjauh. Karena kebebasan di dunia ini hanyalah kebebasan yang tidak melekat. Kenikmatan pun tidak melekat, buktinya soto yang kita rasakan nikmat pada mangkok pertama, berubah rasanya pada mangkok kedua dan 10. ketiga. Anda bebas mencari popularitas yang Anda anggap bisa menyenangkan hidup Anda, tetapi ketika Anda semakin melekat pada popularitas Anda, maka kesenangan Anda malah menghilang. Anda bebas memiliki kelimpahan uang dan harta benda, tetapi ketika Anda terlalu melekat pada uang dan harta benda Anda, maka kebahagiaan Anda pun akan sirna. Anda pun bebas mencintai siapa pun dan apa pun, tetapi ketika cinta Anda melekat maka kebebasan cinta akan berubah menjadi kebencian. Inti hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki kebebasan sempurna, sehingga apabila kebebasan itu direnggut dengan kemelekatan, maka kebebasan ketidakmelekatanlah yang akan menampakkan eksistensinya. Karena pada hakekatnya, dalam hukum ini Allah berkehendak terhadap sesuatu agar dapat hidup seutuhnya. Anda tidak akan mendapatkan kebahagiaan. Jika tujuan hidup Anda hanya untuk bersenangsenang memuaskan hasrat hewani Anda, karena itu bukanlah hidup yang utuh, maka Anda tidak akan bahagia. Jika keinginan Anda hanya untuk kesenangan mental, untuk mendapatkan pengetahuan, untuk memuaskan ambisi, untuk lebih menonjol daripada orang lain, atau untuk menjadi terkenal, karena itu hanya sebagian dari hidup, bukanlah hidup yang sesungguhnya, maka Anda pun tidak akan bahagia. Hidup yang sesungguhnya adalah untuk beribadah kepada-Nya dalam arti yang seluas-luasnya. Jika Anda berlari mengejar dunia dan melekat kepadanya, maka dunia akan meninggalkan Anda. Tetapi jika Anda berlari ke arah Tuhan Anda, maka dunia akan berlari mengejar Anda. 7. Hukum Sebab-Akibat Hukum ini menyatakan bahwa setiap sebab pasti ada akibatnya, dan setiap akibat pasti ada sebabnya. Segala sesuatu yang merupakan sebab sebenarnya adalah akibat dari sesuatu yang ada sebelumnya. Dan akibat tersebut menjadi sebab dari sesuatu yang lain, sehingga tidak mungkin memulai rangkaian 11. yang baru, karena pada hakekatnya alam semesta ini merupakan lingkaran mata rantai sebab akibat dari awal penciptaannya sampai semesta ini berakhir. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam semesta ini karena kebetulan. Jika Anda berhasil, pasti ada sebab yang membuat Anda berhasil. Jika Anda gagal, pasti ada sebab yang membuat Anda gagal. Jika motor Anda mogok, carilah penyebabnya dan perbaikilah, maka motor Anda pasti hidup dan berjalan kembali. Jika Anda sakit, carilah penyebabnya dan obatilah, maka Anda pasti sehat kembali, kecuali jika takdir kematian Anda telah ditentukan. Jika Anda gagal, carilah sebab kegagalan Anda dan perbaikilah, maka Anda pasti sukses. Jika Anda tidak bahagia, carilah sebab ketidakbahagiaan Anda dan perbaikilah, maka Anda pasti bahagia.Jika cinta kasih dalam hubu-ngan Anda mulai retak, carilah penyebab keretakannya dan perbaikilah, maka cinta kasih dan keharmonisan Anda pasti utuh kembali. Jika Anda bodoh, carilah penyebab kebodohanAnda dan ubahlah dengan banyak belajar, maka Anda pasti pandai. Jika Anda mendapat masalah, carilah sumber masalahnya dan atasilah, maka Anda pasti terbebas dari masalah Anda. 8. Hukum Kompensasi Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu pasti mendapat upah yang adil dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menyembunyikan diri dari hukum ini, secara positif atau pun negatif. Apa pun yang Anda tabur, itulah yang akan Anda tuai. Jika Anda memberi banyak, maka Anda akan memperoleh banyak. Anda tidak akanmemperoleh sesuatu selain dari apa yang Anda berikan. Anda tidak akan memanen jagung dengan mananam padi. Anda tidak akan menuai intan dengan menanam batu karang. Anda tidak akan menuai kesuksesandengan menanam kemalasan dalam tindakan. 12. Seperti apa yang Anda berikan, demikian juga yang Anda terima. Jika Anda ingin dicintai dan dan dihormati orang lain, maka Anda harus mau membayarnya dengan mencintai dan menghormati orang lain. Jika Anda ingin sehat fisik Anda, maka Anda harus mau membayarnya dengan memberi fisik Anda makanan yang sehat, berpola pikir sehat, dan berpola hidup sehat.Jika Anda menginginkan akal intelektual, mental, dan spiritual Anda berkembang sesuai dengan manfaat yang Anda kehendaki, maka Anda pun harus mau menginvestasikan waktu Anda untuk banyak membaca, dan belajar memahami makna hidup yang hakiki. Hukum ini menuntut kita untuk bersedia memberi setiap padanan yang adil dari sesuatu yang hendak kita peroleh. Di dunia ini tidak ada sesuatu yang dapat kita peroleh dengan gratis. Jika Anda menginginkan uang Rp 1000,- maka Anda cukup menadahkan tangan kepada orang yang Anda anggap mampu. Tetapi jika Anda menginginkan uang 1 juta rupiah, Anda tidak cukup menadahkan tangan melainkan harus memberi padanan yang sama dengan tindakan yang tepat untuk memperolehnya. Jika Anda ingin lulus sekolah, Anda tidak cukup mengangankannya dalam khayalan Anda atau berdoa siang malam tanpa mau berusaha belajar dengan baik dan tekun.. Itulah keadilan hukum kompensasi !!! 9. Hukum Irama Hukum ini menyatakan bahwa energi di alam semesta ini berirama yang mengalir dalam satu tarian, bergoyang, berayun bolak-balik. Ketika suatu benda berayun ke kanan, pasti benda itu akan berayun ke kiri. Ketika air laut pasang, pasti air itu akan surut. Matahari terbit, matahari pun pasti akan terbenam. Musim datang silih berganti. Bahkan suasana hati kita dan tingkat kesadaran kita pun berubah-ubah. Intelektual, emosional, spiritual, dan fisik kita kadang naik kadang pula 13. turun. Hal ini merupakan siklus yang tampak acak namun sebenarnya memiliki pola dan irama yang sangat teratur. Dengan memahami hukum ini, maka kita dapat menempatkan diri kita pada tempat dan waktu yang tepat, kapan kita menari dengan irama yang tepat. Kita dapat meramalkan kemajuan dan kemunduran kita. Ketika kita berada di puncak, maka kita akan menyadari bahwa kita akan berbalik arah menurun, dan begitu pula sebaliknya. Jika fisik Anda banyak Anda gunakan untuk aktifitas, maka fisik Anda pun butuh istirahat, dan begitu pula sebaliknya, ketika fisik Anda terlalu banyak Anda istirahatkan, maka fisik Anda akan terasa teramat lelah karena fisik Anda pun butuh aktifitas. Hukum ini terus bekerja kepada Anda siang-malam, mulai dari Anda bangun tidur sampai Anda tidur kembali, baik Anda sadari atau tidak. Ketika Anda memahaminya, maka Anda akan memiliki perasaan atau intuisi, apakah ini waktu yang tepat untuk bertindak ataukah duduk diam menunggu. Bahkan Anda pun akan semakin cerdik dalam menilai situasi dan mengetahui apa yang harus Anda lakukan. 10 Hukum Relativitas Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu dalam dunia materi kita akan menjadi nyata ketika kita menghubungkannya dengan hal lainnya. Senang akan menjadi nyata jika kita menghubungkannya dengan sedih. Derita hanya ada jika kita menghubungkannya dengan bahagia. Sehat akan menjadi berharga jika kita menghubungkannya dengan sakit. Dan begitu seterusnya. Hubungan adalah segalanya, dan segala sesuatu ada karena hubungan. Karena pada kenyataannya, segala sesuatu dalam kehidupan ini hanyalah apa adanya, kecuali jika kita menghubungkan atau membandingkan dengan sesuatu yang lain. Kita tidak akan merasa menjadi orang yang menderita jika kita tidak membandingkan dengan kebahagiaan orang lain. Kita tidak 14. akan disebut orang sukses jika kita tidak dibandingkan dengan orang gagal. Hukum ini menuntut Anda, bagaimana Anda memilih untuk membandingkan diri Anda sendiri dan keberhasilan Anda juga menarik Anda ke atas atau menahan Anda ke bawah. Ketika Anda menghubungkan atau membandingkan diri Anda dengan seseorang atau sesuatu yang ada di bawah Anda, jadikan perbandingan itu untuk mensyukuri nikmat Anda, bukannya menjadikan Anda sombong. Jika Anda membandingkan diri Anda dengan seseorang yang telah berada di atas Anda, jadikan perbandingan itu sebagai daya dorong Anda untuk lebih maju dan sukses, bukannya menjadikan Anda iri dan dengki atau menjadikan rendah diri. 11 Hukum Penciptaan Hukum ini menyatakan bahwa sesuatu yang mewujud berasal dari sesuatu yang tak tampak sebelumnya. Sesuatu yang baru hanyalah perubahan dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya, sehingga tidak ada sesuatu pun yang pernah diciptakan atau dihilangkan karena semua materi awal pembentuk sesuatu itu telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Pencipta. Yang terjadi di dunia ini adalah perubahan bentuk untuk menciptakan kembali dirinya sendiri sebagaimana seorang bayi terlahir akibat bertemunya sel sperma ayah dan sel telur ibu yang berubah bentuk dan menciptakan dirinya sendiri. Hukum penciptaan ini pun menyatakan bahwa perubahan bentuk segala sesuatu memiliki masa inkubasi atau masa pertumbuhan. Seorang bayi memerlukan waktu sembilan bulan untuk terlahir normal. Aneka flora dan fauna masing-masing memiliki masa pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Penerapan hukum ini dalam keberhasilan Anda adalah bahwa semua keberhasilan yang Anda inginkan dalam hidup ini sudah ada. Mungkin saat ini masih dalam bentuk yang berbeda, tetapi sudah ada. Tidak ada yang perlu Anda ciptakan, karena 15. semua materi dasar sudah diciptakan Allah kepada Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah mencapainya dan mewujudkannya. Hukum ini pun menuntut Anda untuk menyadari bahwa Anda sebagai makhluk spiritual, sesungguhnya dunia fisik yang Anda alami hanyalah bagian kecil dari keberadaan Anda. Untuk itu, agar Anda berhasil dan tetap berhasil, Anda harus tetap berhubungan dengan sumber dari semua keberhasilan, yaitu Allah Maha Pencipta. Anda harus memiliki keyakinan terhadap kenyataan yang tak terlihat ini, karena keyakinan yang sejati adalah kemampuan untuk percaya dan mempercayai yang tak terlihat. Karena segala sesuatu memiliki masa pertumbuhan namun Anda tidak selalu mengetahui berapa lama masa pertumbuhan sesuatu yang tak terlihat atau non fisik. Pada tingkat fisik, Anda mengetahui bahwa memerlukan waktu sembilan bulan untuk mengandung seorang bayi, sehingga Anda tidak mungkin mendatangi seorang ibu yang hamil pada bulan kedua dan menuntut bayi darinya. Namun saat kita bekerja pada tingkat non fisik kita sering mengeluh dan menuntut keterwujudannya sebelum waktunya, karena kita tidak memiliki pengetahuan yang pasti di dunia non fisik dibandingkan dengan dunia fisik. Sehingga banyak orang yang gagal dalam hidupnya karena sering menyerah tepat ketika keberhasilan hampir mewujud. Mereka telah menanam benih keberhasilan, mereka menunggu benih itu mewujud, tetapi ketika benih itu hampir muncul, mereka kehilangan kesabaran sehingga keyakinannya berubah bahwa benih itu tidak tumbuh. Mereka menyerah dan membuang kesempatan untuk memperoleh keberhasilan yang benar-benar mereka inginkan. Untuk itu tanamlah benih keberhasilan keinginan Anda, kemudian milikilah keyakinan yang kuat dan tunggu keterwujudannya. Yakinlah, apa pun yang Anda cari juga sedang mencari Anda. Jangan pernah berpaling dan meninggalkannya. 12 Hukum Keuletan 16. Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini bersifat lentur dan ulet sehingga di alam ini tidak ada sesuatu yang tidak dapat dilawan atau tidak ada benda yang dapat digerakkan. Pohon tua yang kaku sering kalah kuat dengan pohon muda yang lentur dan ulet pada waktu ada angin kencang. Pohon melenturkan dirinya untuk menghindari patah. Banyak di antara kita yang menginginkan sukses di segala aspek kehidupan namun mudah patah semangat saat menghadapi hambatan dan tantangan. Perlu disadari bahwa kita akan selalu memiliki tantangan, dan bahwa kita akan menemukan kekuatan terbesar kita ketika kita benar-benar berkomitmen pada serangkaian tindakan dan berpegang kepadanya. Tantangan adalah guru kita yang paling hebat. Kita menemukan keberanian baru dalam mengatasinya dan mempelajari pelajaran yang ditawarkan tantangan. Dan pada hakekatnya, manusia tidak dapat dikalahkan oleh apa pun di luar dirinya, sampai ia menyerah kalah pada dirinya sendiri. Jika kita menyerah, berarti kita telah menyerahkan diri kita pada kegagalan dan kekalahan. Hukum ini pun menuntut kita untuk selalu tanggap dalam segala sikap dan tindakan; lentur, fleksibel, toleran, gigih, dan ulet, sebab kekakuan dan fanatisme dalam sikap dan tindakan yang tidak tepat dapat menjadikan patah dan kerusakan. Namun sikap dan tindakan tersebut hendaknya tidak meninggalkan keuletan pada prinsip hidup yang Anda anut. MEMBUAT HUKUM BEKERJA UNTUK ANDA Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menberikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi keperluannya…………(Q.S. Ath-Thalaaq (65) : 2 - 3) 17. Hukum mutlak Ilahi adalah hukum Allah yang berlaku di seluruh semes-ta-Nya dan harus dipatuhi semua makhluk ciptaan-Nya tidak terkecuali manusia. Sehingga barang siapa yang mematuhi (bertaqwa) serta berserah diri (bertawakal) kepada-Nya, maka Allah akan memberi jalan keluar dan mencukupi segala keperluannya dengan rizki yang tidak disangka-sangka. Namun ironisnya, jika kita mencermati kehidupan di sekitar kita, masih banyak orang yang telah menjalankan perintah agama dengan patuh, namun merasa Tuhan tidak pernah berpihak kepadanya.Kehidupannya jauh dari keberuntungan, kesengsaraan datang bertubi-tubi silih berganti.Hal ini terjadi bukan karena Allah tidak berpihak kepadanya melainkan karena mereka tidak memahami hukum ini dan bagaimana hukum ini bekerja. Dari dulu sampai sekarang , Kuasa dan Kehendak Allah tidak cukupdirayu dengan doa tanpa ikhtiar dengan cara yang benar yang sesuai dengan hukum-Nya. Namun sebagian dari kita lebih suka memilih mendapatkan sesuatu yang mereka anggap baik dan benar dengan cara kekerasan. Bahkan kadang mereka memaksa Allah untuk melayaninya sesuka hatinya. Mereka menganggap Allah sebagai tukang sulap yang Mahahebat yang akan memunculkan keajaiban-keajaiban seketika yang bertentangan dengan hukum-Nya tanpa kesungguhan ikhtiar hamba-Nya. Mereka mengaku percaya agama mendukung mereka, mereka mengaku percaya terhadap ajaran-ajaran agama, dan mengaku percaya kepada Allah serta meminta agar Allah menolongnya, namun disisi yang lain mereka mengingkari-Nya, mengingkari hukum-hukum-Nya, mereka lebih sering tidak berhubungan dengan Allah dan menyingkirkan-Nya dari kesadaran mereka, karena terbukti tindakan sehari-hari mereka tidak mencerminkan kepercayaannya. Mereka mencari dan memohon kekuatan Allah pada saat membutuhkan, dan pada 18. saat tidak membutuhkan mereka mencampakkan-Nya dari kesadaran mereka. Ini sama artinya dengan menipu dan memaksa Allah, ini adalah tindakan dungu dan keliru, sekaligus tidak sopan. Sebab Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (AlQur’an Surat Ar-Ra’d : 11) Perlu kita sadari, bahwa tindakan memaksa baik lahiriah maupun batiniah adalah suatu tindakan tercela dan dosa.Ketika saya memaksa Anda secara lahiriah untuk menyerahkan harta Anda, berarti saya merampok Anda. Begitu juga, jika saya memaksa Anda dengan kekuatan batin saya agar Anda menyerahkan harta Anda, saya pun merampok Anda. Agar hukum mutlak Ilahi bekerja kepada Anda, Anda tidak perlu memaksa, melainkan dengan cara memahami hukum itu bekerja dan menyesuaikan diri dengan hukum tersebut dalam pola pikir dan tindakan yang benar, sehingga hukum tersebut akan bekerja kepada Anda dengan sendirinya. SALAM SEJAHTERA DAN BAHAGIA SELALU ANDA BOSAN DENGAN MASALAH ANDA ? Usaha macet, keuangan mampet, sakit tak kunjung sembuh, percintaan selalu gagal, rumah tangga tidak harmonis, kurang percaya diri, jiwa resah, cemas dan gelisah ? Atau mungkin Anda sedang putus asa karena segala usaha telah Anda lakukan dan seribu doa telah Anda panjatkan, namun hasilnya tidak sesuai harapan ? STOP ! Cemas, resah dan gelisah tidak pernah menolong Anda.

Yang Maha KUASA.....SLALU MENGABULKAN DOA HAMBANYA

1. Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam Al- Qur'an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang- orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dlm kebenaran." (QS Al-Baqarah: 186). Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang- Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas. Allah memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tiada batas. Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makhluk, setiap benda, dari orang-orang yang tampaknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak. Seseorang yang beriman terhadap kebenaran ini dapat berdoa kepada Allah mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengobatan. Namun ketika mengetahui bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesehatan, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Allah, untuk kesehatan, dan sebagainya. Inilah yg telah ditekankan Rasulullah saw dalam sabdanya: "Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah?" Mereka berkata, "Tentu saja wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Serulah Tuhanmu siang dan malam, karena 'doa' itu merupakan senjata bagi orang yang beriman." Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dlm Al-Qur'an yg perlu kita bicarakan dlm masalah ini. Sebagaimana Allah telah menyatakan dalam ayat: 2. "Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa." (QS Al-Isra':11). Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya seseorang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan yang banyak untuk anak- anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekayaan yang banyak itu justru dapat memalingkan anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar doa orang tersebut, menerimanya sebagai amal ibadah, dan mengabulkannya dgn cara yang sebaik-baiknya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak terlambat dalam memenuhi perjanjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentukan, karena ia dapat bertemu dengan seseorang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia mengabulkan doa bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara yg terbaik. Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yg terbaik bagi orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting. Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mereka. Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, karena "Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (QS Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan, apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya. Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan karunia Allah yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Allah akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan bermanfaat bagi dirinya. Allah menyatakan pentingnya doa dalam sebuah ayat: "Katakanlah: 'Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andaikan tidak karena doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena itu kelak azab pasti akan menimpamu'." (QS Al-Furqan: 77) ** Allah Mengabulkan Doa Orang-orang yang Menderita dan Berada dalam Kesulitan. Doa adalah saat-saat ketika kedekatan seseorang dengan Allah dapat dirasakan. Sebagai hamba Allah, seseorang sangat memerlukan Dia. Hal ini karena ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya dan betapa hinanya dirinya di hadapan Allah, dan ia menyadari bahwa tak seorang pun yang dapat menolongnya kecuali Allah. Keikhlasan dan kesungguhan seseorang dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memerlukan. Misalnya, setiap orang berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan di dunia. Namun, orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang akan 3. berdoa lebih sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan Allah. Demikian pula, ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau pesawat terbang sehingga terancam bahaya, orang-orang akan memohon kepada Allah dengan berendah diri. Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam berdoa. Allah menceritakan keadaan ini dalam sebuah ayat: "Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut: 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur'." (QS Al-An'am: 63). Di dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan manusia agar berdoa dengan merendahkan diri: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yg lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-A'raf: 55). Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan: "Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya." (QS An-Naml: 62). Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya ketika berdoa kepada Allah. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang dapat memahami maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenungkan saat kematian, ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka berpaling kepada Allah dengan keikhlasan yang dalam. Dalam pada itu, orang-orang yang beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Allah, selalu menyadari kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu berpaling kepada Allah dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya. Ini merupakan ciri penting yang membedakan mereka dengan orang- orang kafir dan orang-orang yang imannya lemah. ** Tidak Ada Pembatasan Apa pun dalam Berdoa Seseorang dapat memohon apa saja kpd Allah asalkan halal. Hal ini karena sebagaimana telah disebutkan terdahulu, Allah adalah satu-satunya penguasa dan pemilik seluruh alam semesta; dan jika Dia menghendaki, Dia dapat memberikan kepada manusia apa saja yang Dia inginkan. Setiap orang yang berpaling kepada Allah dan berdoa kepada- Nya, haruslah meyakini bahwa Allah berkuasa melakukan apa saja dan bersungguh- sungguhlah dalam berdoa sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw. Ia perlu mengetahui bahwa mudah saja bagi-Nya untuk memenuhi keinginan apa saja, dan Dia akan memberikan apa yang diminta oleh seseorang jika di dalamnya terdapat kebaikan bagi orang itu dalam doa tersebut. Doa-doa para nabi dan orang-orang beriman yang disebutkan dalam Al-Qur'an merupakan contoh bagi orang-orang beriman tentang hal- hal yang dapat mereka mohon kepada Allah. Misalnya, Nabi Zakaria a.s. berdoa kepada 4. Allah agar diberi keturunan yang diridhai, dan Allah pun mengabulkan doanya, meskipun istrinya mandul: "Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai'." (Q.s. Maryam: 3-6). Maka Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dan memberikan kepadanya berita gembira tentang Nabi Yahya a.s.. Setelah menerima berita gembira tentang seorang anak laki- laki, Nabi Zakaria merasa heran karena istrinya mandul. Jawaban Allah kepada Nabi Zakaria menjelaskan tentang sebuah rahasia yang hendaknya selalu dicamkan dalam hati orang-orang yang beriman: "Zakaria berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.' Tuhan berfirman, 'Demikianlah.' Tuhan berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu belum ada sama sekali'." (QS Maryam: 8-9) Ada beberapa Nabi lainnya yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang doa-doa mereka dikabulkan. Misalnya, Nabi Nuh a.s. memohon kepada Allah untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang tersesat meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk membimbing mereka kepada jalan yang lurus. Sebagai jawaban dari doanya, Allah menimpakan azab besar kepada mereka yang tercatat dalam sejarah. Nabi Ayub a.s. menyeru Tuhannya ketika ia sakit, ia berkata, "? Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS Al-Anbiya': 83). Sebagai jawaban terhadap doa Nabi Ayub, Allah berfirman sebagai berikut: "Maka Kami pun mengabulkan doanya itu, lalu Kami hilangkan penyakit yang menimpanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS Al-Anbiya': 84). Allah mengabulkan Nabi Sulaiman a.s. yang berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yg Maha Pemberi." (QS Shad: 35). Maka Allah mengaruniakan kekuasaan yang besar dan kekayaan yang banyak kepadanya. Oleh karena itu, orang-orang yang berdoa hendaknya mencamkan dalam hati ayat ini, "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata 5. kepadanya, 'Jadilah.' Mk terjadilah ia. (QS Yasin: 82) Sebagaimana dinyatakan dlm ayat ini, segala sesuatu itu mudah bagi Allah dan Dia Mendengar dan Mengetahui setiap doa. ** Allah Memberi Karunia di Dunia ini bagi Orang-orang yang Menginginkannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Menderita Kerugian Orang-orang yang tidak memiliki ketakwaan kepada Allah dalam hatinya, dan imannya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedudukan hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Allah memberi tahu kita bahwa orang-orang yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan akhirat karena mereka percaya bahwa kehidupan di akhirat sama pastinya dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Allah menyatakan sebagai berikut: "Di antara manusia ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,' dan tidak ada baginya bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.' Mereka itulah orang-orang yg mendapat bagian dari apa yg mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS 1: 200-202). Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesehatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari keridhaan Allah dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Allah. Berkenaan dengan masalah ini, Allah memberikan contoh tentang Nabi Sulaiman di dalam Al-Qur'an. Jauh dari keinginan untuk memperoleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk meminta kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Allah, untuk menyeru manusia kepada agama Allah, dan agar dirinya sibuk berdzikir kepada Allah. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Qur'an menunjukkan niatnya yang ikhlas: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik karena ingat kepada Tuhanku." (QS Shad: 32). Maka Allah mengabulkan doa Nabi Sulaiman a.s. tersebut dgn mengaruniakan kepada- nya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan memperoleh pahala di akhirat. Dalam pd itu, Allah juga mengabulkan keinginan orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yg tlh mereka peroleh di dunia ini tdk akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak. Kenyataan yang sangat penting ini diceritakan dalam Al-Qur'an sebagai berikut: "Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat. (QS Asy-Syura: 20).
6. "Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yg Kami kehendaki bagi orang yg Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS Al-Isra': 18)

Aplikasi

KONTAK INFORMASI Nama Peminjam (Individu ) dan Nama Perusahaan (Hukum) Alamat Kota / Negara / Provinsi / Kode Pos No Telepon /mobile Paspor (kebangsaan) dan No : Email Nama Proyek Jenis Pembiayaan Jumlah Pembiayaaan Tujuan Pinjaman Jadwal Penggunaan Dana Jumlah DP (jika Pembelian) Nilai Rasio Pinjaman Nilai Rasio Hutang DESKRIPSI PROPERTI Tipe Real Estate atau Properti Lokasi Real Estate Tahun Dibeli Usia Properti jika tidak Lahan Kosong Luas Bangunan/Luas Lahan Harga Beli Jumlah kas yang dibelanjakan untuk Properti (Perbaikan/Hak) Ekuitas Peminjam saat ini di Properti Daftar semua Piutang/KPR/Pajak Properti Persentase terhadap Properti yang di huni - Sebagai Nilai Anggunan - Nilai Setelah Penyelesaiaan (dengan hanya menggunakan dana tersebut) ANGGUNAN TAMBAHAN (JIKA ADA) Type Properti alamat Kota/Negara/Kode Pos Nilai Properti 1. Nilai Jaminan Kredit 2. Nilai Jaminan Kredit SYARAT PINJAMAN YANG DIINGINKAN PEMINJAM Jangka Pinjaman (Sampai 3 Tahun) dan Suku Bunga yang diharapkan Peminjam akan pertimbangkan Patungan Biaya Perantara Ringkasan proyek dan apa yang peminjam rasa cocok dalam aturan pinjaman seperti hal-hal khusus, masalah, kebutuhan atau persyaratan waktu INFORMASI TENTANG RENCANA PEMINJAM Tipe badan Usaha Lama berdiri Jabatan Peminjam Pengalaman Proyek sebelumnya Kekayaan Bersih atau Dasar Utama Kekuatan Keuangan termasuk Proyek ini (dalam US $) Pendapatan Utama dalam 3 Tahu Terakhir Strategi /Jalan Keluar (sedetail mungkin) Apa yang sudah dilakukan selama ini dalam mendapatkan Pembiayaan Silakan sebutkan sepenuhnya mengapa peminjam mencari dana segar bukan pembiayaan konvensional CATATAN TAMBAHAN : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Ceriterakan tentang diri Anda dan project.Anda. 2. Apakah Anda memiliki pelanggan? Apakah Anda mempunyai pelanggan potensial? 3. Apa strategi pemasaran Anda? 4. Siapa pesaing utama Anda, dan apa yang membuat produk dan layanan Anda unik? 5. Seperti apa tim anda? Apa latar belakang Anda? (Aku hanya ingin informasi tentang kemampuan tim anda bekerja) 6. Berapa banyak uang yang Anda cari, dan di daerah mana dana tersebut paling banyak digunakan? 7. Berapa banyak uang yang Anda habiskan pada proyek sejauh ini? 8. Dengan dana yang diperlukan, bagaimana Anda melihat proyek Anda bergerak dari 12 sampai 24 Bulan kedepan? 9. Apa risiko yang terkait dengan proyek ini? 10. Apa bagian atau aspek dari proyek ini yang memberikan Anda yang paling banyak masalah sekarang? 11. Dimana tempat proyek Anda akan dilakukan dan mengapa dilakukan di tempat tersebut? 12. Apakah Anda terbuka untuk pembiayaan utang atau investasi ekuitas (jaminan equitas/asset)? Jawab pertanyaan ini dan kembalikan kepada saya untuk diproses lebih lanjut.